Barang kali istilah rakyat kecil tidak asing lagi di pendengaran, sehingga disini saya tidak perlu untuk menjelaskannya kembali, saya yakin pembaca memahami dan mengerti maknanya. Saya sendiri bila mendengar kalimat rakyat kecil ini rasanya begitu tersentuh hati saya. Bagaimana tidak yang di sebut rakyat kecil di seantero negeri ini selalu di jadikan bahan obyek dan bukan sebagai subyek dari pada pembangunan, apalagi kurang lebih setahun lagi menjelang pemilu, para penguasa, maupun calon, baik legislatif dan calon legislatif berlomba kembali meraih suara di pemilu mendatang dengan kembali mendekati dan merangkul yang di sebut rakyat kecil kembali.. kasihan memang..apabila selesai pemilu, maka kita kembali melihat bagaimana mereka meninggalkan kembali kaum rakyat kecil. Padahal mereka adalah kaum mayoritas yang memerlukan sentuhan untuk pemberdayaan. Hari ini saya sepulang dari Bank Swasta melihat artikel di halaman utama kompas, bagaimana dunia pertanian kita makin terpuruk ke dasar jurang dimana banyak sudah import yang di lakukan, baik itu dari proses bibit, maupun barang jadi. Bagaimana ini bisa terjadi..? yang mayoritas rakyat Indonesia adalah tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian bertani.. sungguh mengerikan bukan...? semoga tulisan saya ini dapat membangkitkan kita minimal mengingat bagaimana rakyat kecil berjuang untuk mencari makan saja susah, apalagi untuk pemenuhan kebutuhan yang lainnya, yang utamanya ada niat untuk membantu dan mengulurkan tangan semampu kita. Semoga...!!
Mengharapkan pemerintah rasanya terlalu muluk untuk itu, bukan saya pesimis, tetapi melihat keadaan saat ini rasanya jauh dari apa yang di harapkan, mereka sibuk dengan dirinya sendiri dan golongannya..
Terus semangat...!!
Wassalam,
No comments:
Post a Comment