Sebenarnya saya enggan untuk menceritakan ini, takut di katakan mengada-ngada dan takut ngga di percaya, namun karena dilandasi oleh harapan semoga yang membaca ini bisa lebih percaya dan meyakini akan kedahsyatan doa seorang ibu. Sehingga tidak lagi meremehkan, mengesampingkan, merendahkan tapi lebih memuliakan Ibu bagaimanapun keadaannya., Semoga. Cerita berikut adalah kisah nyata dan pengalaman yang benar-benar di alami oleh saya.
Beberapa tahun yang lalu adik saya menikah, dan karena bapak saya sudah meninggal.. akhirnya sayalah yang menjadi walinya.dan sekaligus yang bertanggung jawab atas pelaksanaan acara tersebut. Namanya di kampung untuk menyediakan makan bagi tamu dan undangan tidak seperti di kota, tinggal pesan di kathering, semuanya beres, tetapi dengan menyediakan dan memasaknya sendiri.. tentu memerlukan banyak orang selain saudara tentu tetangga semuanya membantu. Memang jadi ajang silturrahmi yang kalau di rasakan menjadikan kenikmatan tersendiri. Tanpa terasa di sela-sela pekerjaan sambil ngobrol ngalor ngidul waktu menunjukan waktu sholat Subuh, dan saya pun tidak tidur sama sekali.. padahal paginya jam 8 tepat harus menjadi wali nikah adik saya.
Alhamdulillah sore hari acara sudah beres semuanya.. tinggal badan capek dan pegal-pegal yang di rasakan..belum di tambah ngantuknya… tanpa terasa saya merebahkan badan di kasur dan tertidur pulas…setelah beebrapa saat… tiba2 saja saya merasakan kejadian aneh, mungkin belum terjadi pada orang lain… rasanya nyawa ini ada yang mencabut… saya panic..dan langsung terbangun…dalam hati saya memohon doa kepada Alloh, semoga tidak di cabut sekarang… karena saya teringat akan anak yang masih kecil… tanpa saya sadari seolah ada yang ngajak..saya berlari kearah dapur lewat pintu rumah depan… jadi memutar ke luar..padahal di dapur memang masih banyak orang..(barang kali Alloh menyuruh orang-orang untuk menyaksikan betapa kekuasaan Alloh itu besar sekali dan tanpa batas)
Tiba-tiba bathin saya di bukakan Alloh dengan bisa “melihat” dan merasakan isi hati semua orang yang ada… saya tahu isi hati orang yang percaya dan yang tidak dengan apa yang saya alami saat itu. Saya tunjuk satu-satu orang yang ngga percaya, dan mengatakan tolong untuk mempercayai kejadian ini. Beberapa saat kemudian saya memohon kepada semua orang yang menyaksikan untuk mendoakan saya untuk kembali normal.
Alhamdulillah semua orang mendoakan saya..saking nikmatnya merasakan orang-orang mendoakan saya, saya menangis tiada henti tiba-tiba saya terkejut..ternyata di tengah-tengah yang mendoakan, ada kekuatan doa yang maha dahsyat yang saya rasakan, letaknya di sisi sebelah kiri, dimana kekuatan doa itu ke hati saya begitu menentramkan dan begitu nikmatnya..dan doa tersebut memancar kearah langit menuju Alloh SWT, memancar begitu cepatnya seperti cahaya. Wussss…..!
Saking penasarannya masih dalam keadaan “tidak sadar” saya melirik kea rah kiri dan bertanya-tanya siapah gerangan orangnya yang bisa melakukan demikian dan menimbulkan kekuatan yang maha dahsyat…? Perlahan saya mengangkat kepala dan melirik… tiba-tiba saya merinding…Masya Alloh ..ternyata Ibu saya…Ibu…oh Ibu….
Saya teringat suatu waktu ada salah seorang sahabat yang bertanya pada Rosululloh, siapakah orang yang pertama kali harus saya hormati ya Rosullulloh..? Beliau menjawab : Wahai sahabatku..yang bertama kali di hormati adalah Ibumu… kemudian sahabat bertanya kembali siapa lagi yang Rosululloh… Rosululloh menjawab.. Ibumu… penasaran sahabat kembali bertanya, lantas siapa lagi ..? Ibumu… baru Bapakmu…
Demikian Rosululloh menyebutkan Ibu sampai tiga kali.. baru menyebut bapak.
Betapa Seorang Ibu adalah orang yang mempunyai derajat yang mulia.. yang telah bersusah paying berjuang…mulai dari hamil… selama 9 bulan.. proses melahirkan yang taruhannya nyawa… hingga mengasuh anak sampai dewasa…sungguh sangat berat untuk di lakukan..
Berbanggalah engkau terlahir sebagai seorang wanita…
Muliakanlah Ibu,, jangan engkau sia-siakan wahai keturunan Nabi Adam..
Sebab, surga ada di bawah telapak kaki Ibu…
Di ceritakan dari pengalaman pribadi..tanpa rekayasa..semoga menjadi bahan renungan dan bisa di ambil hikmahnya. Aamiin.
Wassalam..
Ade Candra
Cerita yang luar biasa dahsyat. Bersyukurlah karena tidak semua orang bisa mengalami hal-hal seperti itu.
ReplyDeleteBisnis cendolnya sayang banget harus berakhir. Padahal saya juga lagi tertarik bikin usaha cendol. tapi blom bisa bikinnya. boleh dong bagi pengalaman lagi?. Semoga Allah selalu memudahkan dan tidak mempersulit segala urusan kita. amien
Bapak Agus Suprapto Yth :
ReplyDeleteSebelumnya saya ucapkan terima kasih telah mengunjungi blog saya. Mengenai usaha es cendol yang pernah saya jalankan, memang yang saya rasakan adalah harus terjun langsung, dalam arti harus fokus, tidak bisa di selingi sambil bekerja seperti saya saat ini, soalnya menyangkut orang lain yang membantu usaha saya, ternyata faktor orang tersebut bisa membawa ke arah sukses atau tidak sukses, memang susah mencari orang yang mau terus bersabar bersama-sama memanjukan usaha ini, padahal orangnya sudah saya ajarkan bagaimana membuat es cendol dan rasanya lumayan seperti yang saya harapkan. Selain personil juga mengenai tempat, kita harus hati-hati memilihnya jangan terlalu cepat mengambil keputusan, pelajari dulu mengenai karakter pembelinya, biasanya karakter pembeli lain tempat lain karakter. demikian dari saya, mohon maaf apabila ada kekhilafan. Saya yakin Bapak lebih segalanya dari saya. terima kasih. Salam kenal Pak..!
Subhanallah.... saya sering mendengar dan membaca dahsyatnya doa seorang ibu. dan kisah ini yg paling dahsyat. saya semakin tergerak dan ingin menggerakan banyak orang utk memuliakan ibu nya.
ReplyDeleteSubhanallah, Terima kasih
ReplyDelete