Bulan yang di tunggu-tunggu kembali tiba, ya.. bulan Ramadhan dimana adalah bulan yang penuh rahmat, semoga..! Ingat bulan Ramadhan mengingatkan akan pembelian tiket untuk mudik lebaran.. apalagi saya merasakannya sendiri bahkan sebelum ramadhan tiba... uihh.. jam 4 pagi sudah berangkat ke stasiun bekasi..ternyata setibanya si stasiun urutan antrian kurang lebih yang ke 50, sempet deg-degan juga jangan2 jangan ngga kebagian tiket.. akhirnya saya dengan sabar mengikuti antrian tersebut. Bayangkan loket katanya buka jam 7 pagi (saya pertama mengukuti antrian, tahun sebelumnya belum) 3 jam saya mengantri dengan posisi berdiri, sesekali jongkok sih he.heh...e.. saking pegelnya..saya menyaksikan bagaimana urutan antri di depan saya banyak yang tidak kebagian tiket terutama tiket untuk kereta api eksekutif, makin deg-degan saya..
tiba giliran saya untuk membeli tiket, saya memesan tiket senja utama Yogya untuk keberangkatan tanggal 26 September jam 20 malam (waktu antri tanggal 27 Agustus 2008), Alhamdulillah dapat, saya pesan untuk dua orang, saya dan adik ipar saya, Alhamdulillah..
Yang tidak bisa di mengerti adalah bagaimana orang baru antri beberapa puluh orang belum sampai ratusan, tiket untuk beberapa jurusan ke jawa dinyatakan habis..padahal kursi yang di perebutkan saya yakin banyak, bisa ribuan dalam satu kali keberangkatan. Barangkali keheranan seperti ini juga di rasakan sesama pengantri lainnya. Barangkali karena kami rakyat kecil yang tidak memiliki orang "dalam" atau koneksi yang tidak memungkinkan pembeliannya melalui jalur lain. Hanya Alloh yang tahu..! dan saya yakin selama sistemnya masih terus seperti ini kembali untuk tahun depan saya harus bersusah payah untuk mengantri walaupun belum tentu mendapatkan tiketnya..!
31 August 2008
Rakyat "kecil"
Barang kali istilah rakyat kecil tidak asing lagi di pendengaran, sehingga disini saya tidak perlu untuk menjelaskannya kembali, saya yakin pembaca memahami dan mengerti maknanya. Saya sendiri bila mendengar kalimat rakyat kecil ini rasanya begitu tersentuh hati saya. Bagaimana tidak yang di sebut rakyat kecil di seantero negeri ini selalu di jadikan bahan obyek dan bukan sebagai subyek dari pada pembangunan, apalagi kurang lebih setahun lagi menjelang pemilu, para penguasa, maupun calon, baik legislatif dan calon legislatif berlomba kembali meraih suara di pemilu mendatang dengan kembali mendekati dan merangkul yang di sebut rakyat kecil kembali.. kasihan memang..apabila selesai pemilu, maka kita kembali melihat bagaimana mereka meninggalkan kembali kaum rakyat kecil. Padahal mereka adalah kaum mayoritas yang memerlukan sentuhan untuk pemberdayaan. Hari ini saya sepulang dari Bank Swasta melihat artikel di halaman utama kompas, bagaimana dunia pertanian kita makin terpuruk ke dasar jurang dimana banyak sudah import yang di lakukan, baik itu dari proses bibit, maupun barang jadi. Bagaimana ini bisa terjadi..? yang mayoritas rakyat Indonesia adalah tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian bertani.. sungguh mengerikan bukan...? semoga tulisan saya ini dapat membangkitkan kita minimal mengingat bagaimana rakyat kecil berjuang untuk mencari makan saja susah, apalagi untuk pemenuhan kebutuhan yang lainnya, yang utamanya ada niat untuk membantu dan mengulurkan tangan semampu kita. Semoga...!!
Mengharapkan pemerintah rasanya terlalu muluk untuk itu, bukan saya pesimis, tetapi melihat keadaan saat ini rasanya jauh dari apa yang di harapkan, mereka sibuk dengan dirinya sendiri dan golongannya..
Terus semangat...!!
Wassalam,
Mengharapkan pemerintah rasanya terlalu muluk untuk itu, bukan saya pesimis, tetapi melihat keadaan saat ini rasanya jauh dari apa yang di harapkan, mereka sibuk dengan dirinya sendiri dan golongannya..
Terus semangat...!!
Wassalam,
topisan tetap eksis
Pengunjung topisan Yth :
Sudah beberapa waktu yang lalu. topisan vakum banyak sudah pembelajaran yang yang terjadi. Ternyata Usaha Es Cendol yang saya banggakan bangkrut. Nggak mengapa terus bangkit, mencoba dan mencoba terus. Akhirnya saya beralih ke usaha roti manis. Perjalanan panjang yang telah saya lalui, terus terang banyak pahitnya terutama setelah harga bahan pokok tak terbebdung lagi terus naik dan lama2 saya tidak mampu bertahan, akhirnya kembali mengulang pengalaman yang sama dengan cendol, kembali saya mengulang kata, bangkrut..!! di Awal Romadhan ini saya kembali memulai usaha repeyek, sementara Alhamdulillah lumayan responnya baik, kembali saat ini terbentur dengan masalah bahan bakar gas yang kembali naik. Semoga tidak bangkrut lagi.. tetap semangat..!!
Wassalam,
Ade Candra,
Sudah beberapa waktu yang lalu. topisan vakum banyak sudah pembelajaran yang yang terjadi. Ternyata Usaha Es Cendol yang saya banggakan bangkrut. Nggak mengapa terus bangkit, mencoba dan mencoba terus. Akhirnya saya beralih ke usaha roti manis. Perjalanan panjang yang telah saya lalui, terus terang banyak pahitnya terutama setelah harga bahan pokok tak terbebdung lagi terus naik dan lama2 saya tidak mampu bertahan, akhirnya kembali mengulang pengalaman yang sama dengan cendol, kembali saya mengulang kata, bangkrut..!! di Awal Romadhan ini saya kembali memulai usaha repeyek, sementara Alhamdulillah lumayan responnya baik, kembali saat ini terbentur dengan masalah bahan bakar gas yang kembali naik. Semoga tidak bangkrut lagi.. tetap semangat..!!
Wassalam,
Ade Candra,
Subscribe to:
Posts (Atom)