21 November 2008

ANEH TAPI NYATA

Pengalaman yang akan saya ceritakan ini, adalah di luar jangkauan manusia, saya yakin dan tidak ada keraguan di dalamnya. Ini adalah karena kekuasaan Alloh semata yang sangat tidak terbatas, dan apa yang manusia pikirkan tidak mungkin, Alloh berkehendak atas segala sesuatunya.

Semenjak saya mengalami kejadian seperti yang di ceitakan pada tulisan saya sebelumnya (Dahsyatnya Kekuatan Doa Seorang Ibu), ada beberapa kejadian yang menurut saya sendiri termasuk aneh dan di luar kemampuan saya sendiri. Seolah-olah saya mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan bahkan dapat menyimpulkan sesuatu sebelum kejadian. (Saya yakin dan percaya semua ini atas kehendak Alloh SWT).

Semua yang saya ceritakan ini bukan bermaksud untuk riya, namun adalah sebagai bukti akan kekuasaan Alloh yang tidak terhingga dan tidak terbatas.

Di mulai dari Sang Istri tercinta, setiap badan merasa kecapean, atau perasaannya terganggu, seperti kecewa, dll. Nafasnya mulai sesak, dan yang saya khawatir sekali nafasnya terengah-engah. Saya memohon pertolongan Alloh SWT, dan tanpa piker panjang lagi melakukan terapi, dengan memangkat tangan saya dan diarahkan pada bagian dada (sementara saya sendiri tidak mengerti dan faham mengenai terapi seperti ini). Akhirnya saya sendiri mengikuti saja apa yang ingin di lakukan tangan saya sendiri.

Kejadian diatas terus berulang, dan dengan penuh kesabaran saya lakukan terapi seperti yang di lakukan di atas (kurang lebih 1 tahun). Terakhir sudah lama istri tidak mengalami sesak nafas, namun beberapa bulan kemarin istri saya kecapean kembali. Setelah di perhatikan, istri saya sudah tidak lagi merasakan sesak nafas kembali, Subhanalloh berkat pertolongan Alloh Istri saya sudah sembuh.. Terima kasih yaa.. Alloh…!


Suatu waktu adik dari istri saya di Jakarta nelpon, memberitahukan bahwa kakaknya dari Ibu mertua sakit sudah beberapa hari tidak bisa buang air besar dan sudah ke dokter tidak berhasil juga keluar, memohon air putih dari saya, saya bilang, mohon disediakan air putih di Jakarta saja karena pertimbangan waktu yang mendesak dan tidak ada yang sempat untuk mengambil dan saya sendiri juga waktunya, sudah malam, akhirnya setelah disediakan dan saya memohon kepada Alloh supaya di sembuhkan melalui media air putih tersebut, saya bilang, sekarang mohon air tersebut sebagian untuk di minum dan sebagian lagi di usapkan ke bagian perut yang sakit. Beberapa jam kemudian adik istri saya menelpon kembali, dan yang mengejutkan saya adalah khabar baik dimana kakak dari Ibu mertua sudah bisa buang air besar. Alhamdulillah terima kasih yaa.. tanpa Mu saya tidak dapat berbuat apa-apa…


Pada saat pulang kerja, saya berpapasan dengan teman kerja, seorang Ibu dengan dua orang anak, mengabarkan betapa sedihnya atas anaknya yang ngga mau makan, padahal sudah di berikan vitamin sebelumnya, kemudian saya berkata, Mba tolong nanti sepulangnya dari sini, di belikan makan yang di senangi, apa saja.. Insya Alloh makannya banyak..setelah itu saya melupakan apa yang di bicarakan tadi. Esok harinya saya ingat kembali apa yang di utarakan teman saya kemarin. Tiba-tiba telpon berbunyi, dan saya angkat terkejut saya, dari temen saya yang kemarin khawatir dengan anaknya yang ngga mau makan…! Dan apa yang terjadi yaaa…? Teman saya mengabarkan bahwa apa yang saya bicarakan benar, anak saya langsung makan dengan lahapnya.. terima kasih yaa.. Alloh.. bersambung….

Masih ada beberapa kejadian yang nanti akan saya posting kembali…

Semoga dengan tulisan ini kita menjadi sadar, betapa ilmunya Alloh itu jauh lebih dari yang kita bayangkan, dan tidak ada batasnya….

03 November 2008

KULINER DI YOGYA

Saat Lebaran adalah saat yang di tunggu-tunggu, di mana masing-masing orang selain merupakan hari yang fitri (Insya Alloh) dan merupakan hari kemenangan setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah Shaum (puasa), selain itu juga merasa senang dapat bertemu dengan sanak saudara di kampungnya masing-masing.

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Alloh SWT, sayapun masih bisa bersilaturrahmi dengan keluarga Istri di Yogyakarta, Setahun sudah tidak bertemu secara langsung, rasanya rindu dan kangen terpuaskan.

Tidak menyia-nyiakan waktu, di saat malam hari, setelah waktu Isya (jam 7. 30) an, kami menikmati jajanan di pinggir jalan (lesehan). waktu itu kami memilih di dekat tempat tinggal, yaitu di Jalan raya Timoho, letaknya setelah kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, dari arah UIN sebelah kiri jalan ada penjual baso, namanya (kalau tidak salah) Baso Mas Paino, ternyata langganan istri saya semenjak beberapa tahun yang lalu, sebelum saya sendiri tahu. Kami berempat, Istri saya dan 2 adik dari istri, mulai duduk di bangku pinggir jalan (padahal ada lesehannya), ngga tahu alasannya memilih di bangku, padahal saya ingin sekali di tempat lesehannya he.he.he.. rasanya lebih unik. Dan langsung memesan.

Saya mengakui, pelayanannya cukup cepat, saya lihat ada pembagian tugas, khusus untuk meracik dan membuat adalah bapaknya, dan khusus yang melayani pembeli adalah anak perempuan dengan ramah dan senyum khasnya, sementara Ibunya melayani minuman di tbantu 1 orang anaknya yang laki-laki, sementara anak laki-laki yang satu lagi bertugas mencuci mangkuk, sendok, dan gelas yang kotor.

Jelas, disini ada unsur harmoni dan keseimbangan yang bisa di tampilkan, keluarga yang sangat lengkap, orang tua, Bapak dan Ibunya, 1 orang anak perempuan dan 2 anak laki2.. sungguh patut ditiru dan di praktekan dalam sendi kehidupan yang lain, tidak saja dalam berdagang.. di mana satu sama lain saling melengkapi, tidak ada yang iri dengki dengan tugas orang lain. Mereka saling bahu membahu mewujudkan impiannya. Dan sampai sekarang mereka masih tetap eksis.

Selain adanyanya keselarasan yang mereka tunjukkan, rasa basonya juga tidak kalah enaknya dengan penampilan mereka melayani para pembelinya. Ada rasa khas disini bagaimana tidak proses biar kuahnya tetap hangat menggunakan bara arang. Ada yang unik untuk baso di Yogyakarta, biasanya selain baso yang pada umumnya di jual di kota-kota lain, ada yang di sebut baso gorengnya, tinggal di masukkan ke dalam kuah baso, maknyuss rasanya…!

Alhamdulillah saya merasa puas, dengan rasa basonya yang khas juga pelayanannya, akhirnya saya mendapatkan kembali ilmu dari orang lain. Bahwa dalam berjualan khususnya jualan makanan selain dari rasa yang bisa cocok di lidah, (kalau mengenai enak atau tidak relatif, masing-masing orang berbeda mendefinisikannya), juga harus di barengi dengan pelayanan yang prima, selain harus cepat tersaji juga di barengi dengan kesabaran dan keramahan dari penjualnya itu sendiri. Yang jelas saya merasakan mereka melayani pembeli dengan hati tidak karena terpaksa dan tertekan.

Selamat ya Mas Paino Sukses selalu…!

Wassalam,

Ade Candra.